▴STEAK HOUSE▴ - Setwan Terima 8 Mahasiswa Magang UMP
- Setwan Ikuti Sosialisasi PKPT Tahun 2026 Tahun 2026 oleh Inspektorat
- Pimpin Apel Pagi, Kabag Umum Keuangan Tekankan Pentingnya Loyalitas dan Guyub Rukun
- Sekretariat DPRD Matangkan Agenda Paripurna dan Sosialisasi SOP
- Ciptakan Kantor Sehat dan Indah, Setwan Purworejo Laksanakan Gerakan Indonesia Asri
- Apel Pagi Sekretariat DPRD Tekankan Disiplin dan Kepatuhan Administrasi
- Komisi I DPRD Purworejo Setujui Proses Lanjutan Hibah Aset Eks Bangunan SDN dan Lahan PMI
- Bapemperda Bahas Raperda Perubahan PDRD
- Setwan Hadiri Pertemuan Asdeksi Tingkat Nasional
- Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah
DPRD Purworejo Audiensi Warga Desa Wadas
Berita Terkait
Berita Populer
- Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terhadap Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo 2025-2029
- Tunaryo Pimpin DPRD Kabupaten Purworejo Periode Tahun 2024-2029
- Pembahasan Pedoman Indikator PKD MCP Tahun 2025
- Rapat Indikator MCSP Dalam Rangka Pencegahan Korupsi Daerah
- Anggota Dapil 6 mengikuti Rapat RKPD di Kec Gebang
- Kunjungan Konsultasi & Koordinasi DPRD Kab. Blitar
- Komisi III mendatangi Kandang Setia farm Kec. Ngombol
- Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024
- Rapat Komisi IV DPRD Kab.Purworejo dengan DISPARBUD terkait program kerja tahun 2021
- DPRD Purworejo Audiensi Warga Desa Wadas

Sejumlah warga dari beberapa desa di Kecamatan Bener yang terkena dampak proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener mendatangi kantor DPRD Purworejo, Selasa (16/2/2021) siang. Warga berasal dari desa Wadas dan Cacaban Kidul kecamatan Bener. Kedatangan mereka untuk meminta pendampingan penyelesaian konflik yang terjadi di desa setempat kepada DPRD Kabupaten Purworejo.
Di gedung paripurna, Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si menerima kedatangan mereka. Didampingi sejumlah anggota DPRD, perwakilan Kantor Pertanahan dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Kepala Desa Wadas, Fahri Setiyanto mengungkapkan, saat ini konflik horizontal di desanya kian menguat seiring akan dilakukan kegiatan sosialisasi dan inventarisasi lahan yang rencananya akan dibebaskan guna kepentingan proyek pembangunan Bendungan Bener.
Kondisinya, saat ini masyarakat terpecah menjadi dua kubu, kubu pro dan kontra. Konflik horizontal di desa Wadas terjadi sejak wacana proyek pembangunan bendungan muncul. Sejumlah masyarakat menolak dan sebagian lainya menerima rencana penambangan quarry di Desa Wadas untuk kepentingan penambangan bendungan.
“Perwakilan warga yang datang ke sini hari ini adalah warga terdampak langsung, atau pemilik lahan. Kami ingin mencari solusi atas kondisi Wadas saat ini, sebab sudah mulai ada keresahan atas konflik yang terjadi, warga mulai tidak nyaman beraktivitas. …”
Pada kesempatan ini Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom, M.Si meminta agar BBWSSO selaku pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret dalam membantu penyelesaian konflik horizontal yang terjadi. Jangan sampai persoalan yang terjadi menjadi lebih rumit mengingat konflik yang terjadi ialah sesama warga di satu desa.








