- Komisi 2 Soroti Optimalisasi Rumah Kemasan
- Bapemperda Hadiri FGD Penyusunan Naskah Akademik Raperda Penanggulangan Stunting
- Komisi 2 Tinjau Hasil Pembangunan Kantor Kelurahan Katerban
- Komisi 3 Tinjau Pengelolaan Wisata Goa Seplawan
- Peninjauan Komisi 2 ke Puskesmas Sruwoh
- Komisi II DPRD Purworejo Lakukan Pengawasan ke Gedung Labkesda
- Komisi II DPRD Dorong Pengelolaan Hotel Ganesha Segera Diaktifkan
- Komisi 2 Lakukan Pengawasan Pembangunan Kantor Kelurahan Cangkrep Lor
- Komisi I DPRD Koordinasi dengan DPPPAPMD Terkait Persiapan Pilkades Serentak
- Sekretariat DPRD hadiri Rapat Persiapan Acara Pembinaan dalam rangka Pencegahan Korupsi 2026
Komisi 3 Tinjau Pengelolaan Wisata Goa Seplawan
Berita Terkait
- Peninjauan Komisi 2 ke Puskesmas Sruwoh0
- Komisi II DPRD Purworejo Lakukan Pengawasan ke Gedung Labkesda0
- Komisi II DPRD Dorong Pengelolaan Hotel Ganesha Segera Diaktifkan0
- Komisi 2 Lakukan Pengawasan Pembangunan Kantor Kelurahan Cangkrep Lor0
- Komisi I DPRD Koordinasi dengan DPPPAPMD Terkait Persiapan Pilkades Serentak0
- Sekretariat DPRD Ikuti Rakor Penyusunan Rancangan Akhir RKPD 20270
- Tindak Lanjut Atensi KPK, Setwan Hadiri Monev Inspektorat 0
- DPRD Gelar Rapat Konsultasi Pimpinan, Ketua Fraksi dan Ketua Alkep0
- Badan Musyawarah Susun Agenda Kegiatan DPRD Maret - April 20260
- Komisi IV Dukung Pengawasan Ketat Program MBG0
Berita Populer
- Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terhadap Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo 2025-2029
- Tunaryo Pimpin DPRD Kabupaten Purworejo Periode Tahun 2024-2029
- Pembahasan Pedoman Indikator PKD MCP Tahun 2025
- Rapat Indikator MCSP Dalam Rangka Pencegahan Korupsi Daerah
- Anggota Dapil 6 mengikuti Rapat RKPD di Kec Gebang
- Kunjungan Konsultasi & Koordinasi DPRD Kab. Blitar
- Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024
- Komisi III mendatangi Kandang Setia farm Kec. Ngombol
- Rapat Komisi IV DPRD Kab.Purworejo dengan DISPARBUD terkait program kerja tahun 2021
- DPRD Purworejo Audiensi Warga Desa Wadas

PURWOREJO – Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo dipimpin oleh Sekretaris Komisi III Dwi Hartati dan segenap anggota melakukan kunjungan lapangan ke objek wisata Goa Seplawan, Kecamatan Kaligesing, pada Rabu (1/4/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengawasan sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan potensi wisata daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi III menyoroti bahwa dari sisi pengembangan, Goa Seplawan telah mengalami sejumlah pembenahan. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan anggaran dan belum optimalnya kemandirian masyarakat dalam pengelolaan wisata.
Anggota Komisi III menyampaikan bahwa selama ini pengembangan wisata masih banyak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, keterlibatan masyarakat dan komunitas dinilai sangat penting untuk menciptakan pengelolaan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
“Perlu adanya kolaborasi dengan komunitas sebagai bagian dari strategi branding dan pengembangan wisata. Tidak bisa hanya mengandalkan satu momentum, tetapi harus dibangun pola yang berkelanjutan,” ujar salah satu anggota Komisi III.
Selain itu, Komisi III juga menilai perlunya kejelasan pengelolaan pendapatan dari sektor wisata. Saat ini, beberapa potensi pendapatan seperti parkir dan pajak reklame masih dikelola oleh dinas lain, sehingga belum sepenuhnya mendukung optimalisasi sektor pariwisata.
Terkait program “Purworejo Spektakuler”, disampaikan bahwa keterbatasan anggaran tahun ini yang hanya sekitar Rp100 juta menyebabkan kegiatan harus dibagi di dua lokasi, yakni Purworejo dan Kutoarjo. Komisi III mendorong agar pola kegiatan lebih melibatkan komunitas lokal, tidak hanya mengandalkan vendor, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Di sisi lain, upaya menarik investasi juga dinilai masih menghadapi kendala, terutama dalam manajemen pemanfaatan aset serta kerja sama dengan desa melalui BUMDes. Contoh pengembangan wahana seperti Flying Fox disebut memiliki potensi, namun masih terkendala dalam skema kerja sama dan pembiayaan.
Kendala utama lainnya adalah akses menuju Goa Seplawan yang dinilai cukup ekstrem. Kondisi ini menjadi faktor yang membuat minat kunjungan wisatawan belum optimal, meskipun potensi keindahan alam yang dimiliki sangat besar.
“Pengunjung sebenarnya ada, tetapi akses jalan yang sulit membuat wisatawan enggan datang. Bahkan saat sudah sampai, mereka kurang nyaman karena masih memikirkan perjalanan pulang,” ungkapnya.
Komisi III berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan infrastruktur akses jalan dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, Goa Seplawan dapat berkembang lebih optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen DPRD dalam mendorong pengelolaan potensi wisata daerah yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.







