▴STEAK HOUSE▴ - Sekretariat DPRD Matangkan Agenda Paripurna dan Sosialisasi SOP
- Ciptakan Kantor Sehat dan Indah, Setwan Purworejo Laksanakan Gerakan Indonesia Asri
- Apel Pagi Sekretariat DPRD Tekankan Disiplin dan Kepatuhan Administrasi
- Komisi I DPRD Purworejo Setujui Proses Lanjutan Hibah Aset Eks Bangunan SDN dan Lahan PMI
- Bapemperda Bahas Raperda Perubahan PDRD
- Setwan Hadiri Pertemuan Asdeksi Tingkat Nasional
- Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah
- Paripurna Peresmian dan Pengangkatan Pimpinan DPRD Antar Waktu
- Wakil Ketua DPRD Hadiri Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I
- Ketua DPRD dan Ketua Komisi I Hadiri Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik Inspektorat Daerah
Wasda Komisi II Kunjungi Lumbung Pangan Gapoktan di Ngombol
Berita Terkait
- Komisi III Sidak Parkir di Kutoarjo0
- Komisi III DPRD Purworejo Lakukan Pengawasan Rusunawa Bayem Kutoarjo0
- Komisi I DPRD Purworejo Bahas Hibah Tanah untuk Kantor Imigrasi dan PMI0
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Desa Gowong0
- PLUT Sudah Naik Kelas, DPRD Dorong Penguatan Sosialisasi kepada Pelaku UMKM0
- Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo Melaksanakan Rapat Kerja Bersama OPD Terkait0
- Jangkauan Damkar Terbatas, Komisi I DPRD Purworejo Nilai Empat Kecamatan Perlu Posko Pemadam0
- FGD Kajian Tata Kelola UMKM Dalam rangka Peningkatan Ekonomi 0
- Komisi I DPRD Hadiri FGD Penyusunan Naskah Akademik Raperda di Magelang0
- Komisi III Hadiri FGD ke 3 Penyusunan NA dan Draft Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat0
Berita Populer
- Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terhadap Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo 2025-2029
- Tunaryo Pimpin DPRD Kabupaten Purworejo Periode Tahun 2024-2029
- Pembahasan Pedoman Indikator PKD MCP Tahun 2025
- Rapat Indikator MCSP Dalam Rangka Pencegahan Korupsi Daerah
- Anggota Dapil 6 mengikuti Rapat RKPD di Kec Gebang
- Kunjungan Konsultasi & Koordinasi DPRD Kab. Blitar
- Komisi III mendatangi Kandang Setia farm Kec. Ngombol
- Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024
- Rapat Komisi IV DPRD Kab.Purworejo dengan DISPARBUD terkait program kerja tahun 2021
- DPRD Purworejo Audiensi Warga Desa Wadas

PURWOREJO – Empat lumbung pangan yang dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Purworejo menjadi sasaran pengawasan dalam daerah (wasda) yang dilakukan Komisi II DPRD Purworejo, Senin (12/1/2026). Pengawasan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi, kesiapan, serta pengelolaan lumbung pangan yang dibangun melalui dukungan anggaran pemerintah.
Kegiatan wasda tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Purworejo, Awan Yoga Kurniawan, dan diikuti seluruh anggota Komisi II. Dalam kunjungan lapangan, rombongan DPRD didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, beserta jajarannya.
Empat lumbung pangan yang dikunjungi meliputi Lumbung Pangan Gapoktan Desa Semawung, Kecamatan Purworejo; Gapoktan Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol; Gapoktan Desa Tegalaren, Kecamatan Purwodadi; serta Gapoktan Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Purworejo, Awan Yoga Kurniawan, mengatakan wasda ini dilakukan sekaligus untuk monitoring terhadap lumbung pangan yang masing-masing menerima bantuan anggaran pada tahun yang berbeda.
“Kami membandingkan perkembangan lumbung pangan yang menerima anggaran pada tahun 2021, 2022, hingga 2024. Dari situ terlihat perbedaan progres dan kesiapan pengelolaannya,” ungkap Awan.
Berdasarkan hasil kunjungan, Awan menyebutkan kondisi pengelolaan lumbung pangan cukup variatif. Sebagian gapoktan dinilai sudah mampu mengelola lumbung dengan baik dan manajemennya berjalan optimal, namun sebagian lainnya masih perlu pembenahan.
“Ada yang sudah berjalan dengan baik, tetapi ada juga yang belum maksimal. Biasanya karena embrio kelompok taninya masih lemah dan kesiapan pengelola belum sepenuhnya matang,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil wasda ini juga menjadi bahan evaluasi bagi DKPP agar ke depan lebih selektif dalam menentukan penerima bantuan lumbung pangan.
“Kelompok penerima harus benar-benar teridentifikasi, punya kapasitas mengelola rice mill unit, serta menguasai pemasaran. Jangan sampai lumbung pangan mangkrak, karena itu sangat disayangkan,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Purworejo, Sutardi, menambahkan bahwa gapoktan penerima bantuan lumbung pangan pada tahun 2025 di Desa Singkil Wetan dan Desa Tegalaren menunjukkan semangat yang tinggi.
“Kelompoknya terlihat semangat. Harapannya, saat panen padi tidak langsung dijual keluar, tetapi bisa dikelola terlebih dahulu melalui lumbung,” ujarnya.
Menurut Sutardi, keberadaan lumbung pangan memungkinkan gapoktan menampung gabah, mengolahnya menjadi beras, hingga memasarkan produk dalam kemasan yang lebih rapi dan bernilai tambah.
“Selama ini banyak gabah dari wilayah Ngombol yang langsung keluar. Dengan adanya lumbung, yang keluar bisa berupa beras kemasan, bukan lagi gabah,” katanya.
Ia juga berharap lumbung pangan ke depan dapat mendukung program serapan gabah (sergab). Untuk itu, BUMDes atau unit usaha gapoktan diharapkan memiliki sarana pendukung seperti rice mill unit, lantai jemur, hingga pengering atau dryer.








